Tugas Biopsikologi "METABOLISME SEL"
Blog pertama untuk memenuhi tugas Biopsikologi, semoga bermanfaat :)
KEHIDUPAN SEL :
METABOLISME SEL
1.1 KEADAAN LINGKUNGAN SEL
1.2 KOMPOSISI CAIRAN EKSTRA SEL (CES)
1.3 DIFUSI
1.4 OSMOSIS
1.5 TRANSPOR AKTIF
1.6 ENDOSITOSIS
1.7 EKSOSITOSIS
1.8 ENZIM
Sel adalah suatu mesin kimia. Sel
memperoleh bahan dan energi dari lingkungannya dan mengubahnya didalam sel
melalui proses kimia yang merupakan metabolisme dari sel-sel tersebut. Pada akhirnya
sel-sel tersebut mengembalikan sebagian dari hasil akhir proses itu kepada
lingkungannya.
1.1 KEADAAN LINGKUNGAN SEL
Apakah yang merupakan lingkungan
sel-sel itu? Lingkungan suatu sel selamanya berupa cairan. Hal ini jelas jika
kita ingat akan amuba yang hidup di dalam kolam. Tetapi bila kita ingat akan
sel-sel organisme darat multiseluler seperti pohon atau manusia, hal ini tidak
dapat terlihat dengan jelas. Meskipun demikian, tiap sel hidup dari organisme
ini dikelilingi oleh suatu cairan. Sebagai contoh sel-sel badan kita terdapat
di dalam cairan interstisium yang berasal
dari darah. Tetapi anda dapat bertanya, bagaimana dengan kulit saya? Sel kulit
yang terletak paling luar adalah sel-sel mati. Di bawah lapisan sel-sel mati
inilah terdapat sel-sel hidup yang sebagaimana halnya dengan sel hidup lainnya,
selalu berada di dalam suatu cairan. Dan kenyataannya di mana terdapat sel-sel
hidup yang langsung berhubungan dengan dunia luar, seperti pada epitel yang
melapisi saluran-saluan pernapasan dan kornea mata, ada sel kelenjar yang
selalu menjaga agar permukaan tersebut tetap basah. Nama umum dari cairan yang
mengelilingi sel-sel itu adalah cairan ekstra sel
atau CES. Tiap molekul atau ion yang diperlukan suatu sel diperoleh dari cairan
ekstra sel ini dan hasil atau limbah yang dibuat oleh sel itu ditampung dalam
cairan tersebut.
1.2 KOMPOSISI CAIRAN EKSTRA SEL (CES)
Komponen utama dari CES adalah air. Di dalam pelarut ini terdapat
molekul-molekul dan ion-ion yang diperlukan sel-sel dalam melaksanakan
fungsinya yaitu:
- Gas, yang paling penting adalah oksigen dan karbondioksida.
- Berbagai ion anorganik, di antaranya terdapat ion-ion natrium (Na+), klor (Cl–), kalium (K+), kalsium (Ca++), bikarbonat (HCO3–) dan fosfat (PO4=) dalam jumlah yang berarti. Sejumlah ion lainnya terdapat dalam jumlah yang sangat kecil. Beberapa di antaranya yaitu Cu++, Zn++, Mn++, dan Co++ yang disebut unsur runut, diperlukan dalam aktivitas enzim-enzim tertentu. Yodium terdapat di dalam hormon tiroksin. Ion fluor (F–) diperlukan dalam jumlah kecil untuk memperkuat bagian yang mengandung mineral dari gigi dan tulang, serta mutlak diperlukan dalam proses pertumbuhan tikus.
- Zat-zat organik seperti makanan dan vitamin. Makanan adalah zat organik yang merupakan sumber energi bagi sel dan sumber bahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel. Lipid, asam amino, dan gula termasuk dalam golongan ini. Vitamin adalah molekul organik kecil yang tidak dapat dibuat dari makanan oleh organisme, dan diperlukan dalam jumlah kecil. Vitamin bukan merupakan sumber energi atau pertumbuhan sel, tetapi melaksanakan tugas metabolik khusus tertentu dari sel. Beberapa vitamin merupakan gugus prostetik dari suatu enzim.
Di samping tigas jenis komponen tersebut di atas, cairan ekstra sel
mengandung juga hormon. Hormon-hormon adalah molekul-molekul yang
dihasilkan oleh sel-sel tertentu dan dikeluarkan ke dalam cairan ekstra sel dan
yang mempengaruhi aktivitas metabolisme sel-sel lain. Cairan ekstra sel juga
berfungsi untuk mengangkut limbah dari sel. Pada hewan, limbah yang utama
adalah limbah metabolisme protein dan asam nukleat. Limbah yang mengandung
nitrogen seperti amonia dan urea merupakan zat yang toksis dan kadarnya di
dalam CES tidak boleh melebihi takaran tertentu.
Konsentrasi ion hidrogen (pH) dari CES dan suhunya juga merupakan faktor
penting bagi kesehatan sel. Jika pH daerah manusia berada di luar batas 7,34 –
7,44, maka akan terjadi gangguan metabolik yang berat. Suhu CES manusia dalam
keadaan normal berkisar lebih kurang 10C dari 37,50C
(98,60F).
Kita sekarang akan mempelajari cara-cara bagaimana sel tukar-menukar zat
dengan CES. Mekanisme pertukaran zat ini terjadi melalui lima proses, yaitu:
difusi, osmosis, transfor aktif, endositosis, dan eksositosis.
1.3 DIFUSI
Difusi adalah
peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam
pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.
Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.
Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata
atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana
perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi.
Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada
cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi
dalam udara.Difusi yang paling sering terjadi adalah
difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah
lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi
kecepatan difusi, yaitu:
- Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
- Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
- Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
- Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
- Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya
Dalam mengambil zat-zat nutrisi yang
penting dan mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan, sel melakukan berbagai
jenis aktivitas, dan salah satunya adalah difusi. Ada dua jenis difusi yang
dilakukan, yaitu difusi biasa dan difusi khusus.
Difusi biasa terjadi ketika sel ingin
mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophobic atau tidak
berpolar / berkutub. Molekul dapat langsung berdifusi ke dalam membran plasma yang terbuat dari phospholipids.
Difusi seperti ini tidak memerlukan energi atau ATP [Adenosine Tri-Phosphate].
Difusi khusus terjadi ketika sel ingin
mengambil nutrisi atau molekul yang hydrophilic atau berpolar
dan ion. Difusi seperti ini memerlukan protein khusus yang memberikan jalur
kepada partikel-partikel tersebut ataupun membantu dalam perpindahan partikel.
Hal ini dilakukan karena partikel-partikel tersebut tidak dapat melewati
membran plasma dengan mudah. Protein-protein yang turut campur dalam difusi
khusus ini biasanya berfungsi untuk spesifik partikel.
1.4 OSMOSIS
Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang
lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat
ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien
tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat
dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan
konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih
encer. Gaya per unit luas yang
dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel
selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding
dengan tekanan turgor.
Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini
bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu
sendiri.
Osmosis adalah suatu topik yang penting
dalam biologi karena fenomena ini dapat
menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan ke luar sel.
Osmosis merupakan difusi air melintasi
membran semipermeabel dari daerahdimana air lebih banyak ke daerah dengan air
yang lebih sedikit . Osmosis sangatditentukan oleh potensial kimia air atau
potensial air , yang menggambarkankemampuan molekul air untuk dapat melakukan
difusi. Sejumlah besar volume air akan memiliki kelebihan energi bebas daripada
volume yang sedikit, di bawahkondisi yang sama. Energi bebas zuatu zat per unit
jumlah, terutama per berat grammolekul (energi bebas mol-1) disebut potensial
kimia. Potensial kimia zat terlarutkurang lebih sebanding dengan konsentrasi
zat terlarutnya. Zat terlarut yang berdifusicenderung untuk bergerak dari
daerah yang berpotensi kimia lebih tinggi menujudaerah yang berpotensial kimia
lebih kecil (Ismail, 2006).
Osmosis adalah difusi melalui membran
semipermeabel. Masuknya larutan kedalam sel-sel endodermis merupakan contoh
proses osmosis. Dalam tubuh organismemultiseluler, air bergera dari satu sel ke
sel lainnya dengan leluasa. Selain air,molekul-molekul yang berukuran kecil
seperti O2 dan CO2 juga mudah melewatimembran sel. Molekul-molekul tersebut
akan berdifusi dari daerah dengankonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
Proses Osmosis akan berhenti jikakonsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut
telah mencapai keseimbangan(Anonim, 2009).
Struktur dinding sel dan membran sel
berbeda. Membran memungkinkanmolekul air melintas lebih cepat daripada unsur
terlarut; dinding sel primer biasanyasangat permeable terhadap keduanya. Memang
membran sel tumbuhanmemungkinkan berlangsungnya osmosis, tapi dinding sel yang
tegar itulah yangmenimbulkan tekanan. Sel hewan tidak mempunyai dinding,
sehingga bila timbultekanan didalamnya, sel tersebut sering pecah, seperti yang
terjadi saat sel darahmerah dimasukkan dalam air. Sel yang turgid banyak
berperan dalam menegakkantumbuhan yang tidak berkayu (Salisbury, 1995).
Prinsip osmosis: transfer molekul solvent
dari lokasi hypotonic (potensirendah) solution menuju hypertonic solution,
melewati membran. Jika lokasihypertonic solution kita beri tekanan tertentu,
osmosis dapat berhenti, atau malah berbalik arah (reversed osmosis).Besarnya
tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis disebut sebagai osmotic press.Jika
dijelaskan sebagai konseptermodinamika, osmosis dapat dianalogikan sebagai
proses perubahan entrropi.Komponen solvent murni memiliki entropi rendah,
sedangkan komponen berkandunagn solut tinggi memiliki entropi yg tinggi juga.
Mengikuti Hukum TermoII: setiap perubahan yang terjadi selalu menuju kondisi
entropi maksimum, makasolvent akan mengalir menuju tempat yg mengandung solut
lebih banyak, sehinggatotal entropi akhir yang diperoleh akan maksimum.Solvent
akan kehilangan entropi,dan solut akan menyerap entropi. “Orang miskin akan
semakin miskin, sedang yangkaya akan semakin kaya”. Saat kesetimbangan
tercapai, entropi akan maksimum, ataugradien (perubahan entropi terhadap waktu)
= 0. Ingat: pada titik ekstrim, dS/dt = 0(Wibosono, 2009)
1.5
TRANSPOR AKTIF
Transpor aktif adalah pengangkutan lintas membran dengan menggunakan energi
ATP, melibatkan pertukaran ion Na+ dan K+ (pompa ion) serta protein kontraspor
yang akan mengangkut ion Na+ bersama melekul lain seperti asam amino dan gula.
- Arahnya dari daerah berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
- Misal perpindahan air dari korteks ke stele melalui endodermis yang tekanan osmotiknya rendah
- Transpor aktif merupakan transpor yang mengkonsumsi atau menggunakan energi untuk mengeluarkan dan/atau memasukkan ion-ion dan molekul melalui membran sel, melawan perbedaan konsentrasi . gradasi konsentrasi
- Ini menunjukkan, bahwa sel pada suatu waktu tidak dapat hanya mengandalkan difusi dan osmosis untuk memperoleh keperluan hidupnya , namun juga perlu memasukkan materi secara transport altif yang mengabaikan osmosis dan difusi
- Energi diperlukan karena ada zat yang harus dipindahkan melawan kecenderungan alami berdifusi ke arah yang berlawanan.
- Berbeda dengan difusi yang dapat berjalan ke dua arah, transpor aktif merupakan gerakan satu arah dan dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel.
- Muatan listrik ini terutama ditentukan oleh ion-ion Natrium (Na+), Kalium (K+), dan ion klor (Cl-). Keluar masuknya ion Na+, dan K+ dilakukan oleh pompa natrium-kalium (pompa Na+-K-) dengan menggunakan energi yang diperoleh dari ATP (adenosin triphospate).
- Pompa Na+- K- bekerja memompa ion Na+ ke luar sel dan memasukkan ion K- ke dalam sel.
- Konsentrasi ion K+ yang tinggi diperlukan untuk sintesis protein, glikosis, fotosintesis dan proses vital lainnya.
- Keberadaan ion-ion Na+ dan K+ penting untuk mengendalikan pengaturan osmosis, mempertahankan kegiatan listrik dalam sel saraf dan memacu transpor aktif bagi zat-zat lain seperti glukosa dan asam amino.
- Dalam beberapa hal, kombinasi antara transpor aktif dan difusi dapat terjadi.
Transpor aktif terjadi melawan kemiringan konsentrasi, sehingga
melibatkan energi. Transpor aktif melibatkan reseptor dan transporter.
Transpor aktif terdiri dari :
- Uniport, jika macam zat dan arahnya satu.
- Symport, jika macam zat dua dan arah sama.
- Antiport, jika macam zat dua dan arah berbeda.
1.6
ENDOSITOSIS
Endositosis berarti transpor makromolekul dan juga
materi lain yang sangat kecil ke dalam sel. pada saat melakukan endositosis sel
akan membentuk vesikula baru dari membran plasma. pada dasarnya
langkah-langkahnya berkebalikan dengan Eksositosis. sebagian kecil permukaan
plasma akan terbenam membentuk kantong. kantong ini lama-kelamaan akan terbenam
kedalam sel dengan materi dari luar sel yang terperangkap di dalamnya.
Endositosis memiliki peranan penting bagi metabolisme sel, endositosis juga
dapat meregulasi berbagai macam proses, seperti pengambilan nutrisi, adhesi dan
migrasi sel, reseptor sinyal, masuknya patogen, neurotransmisi, presentasi
antigen, polaritas sel, mitosis, pertumbuhan dan diferensiasi, dan masuknya
obat.
Terdapat tiga jenis endositosis, yaitu :
Terdapat tiga jenis endositosis, yaitu :
- Fagositosis ("pemakanan seluler") merupakan proses di mana sel menelan suatu partikel dengan kaki semu (pseudopod) yang membalut di sekeliling partikel tersebut dan membungkusnya di dalam kantong berlapis-membran yang cukup besar untuk bisa digolongkan sebagai vakuola. partikel itu dicerna setelah vakuola bergabung dengan lisosom yang mengandung enzim hidrolitik.
- Pinositosis ("peminuman seluler") merupakan proses di mana sel "meneguk" tetesan fluida ekstraseluler dalam vesikula kecil. Karena salah satu atau seluruh zat terlarut yang larut dalam tetersan tersebut dimasukkan ke dalam sel, pinositosis tidak bersifat spesifik dalam substansi yang ditranspornya.
- Endositosis yang diperantarai oleh reseptor, membutuhkan reseptor yang disebut ligan.
1.7
EKSOSITOSIS
Eksositosis adalah kebalikan endositosis. Pada sel-sel
yang mengeluarkan protein dalam jumlah yang banyak, protein tersebut
pertama-tam berkumpul didalam sebuah kantung yang dilapisi membran didalam
aparat golgi, yang kemudian bergerak ke permukaan sel dimana membrannya lalu
melekat pada membran sel dan mengosongkan isinya keluar. Sel-sel yang melapisi
usus kita, mensintesis butir-butir lemak kecil dan mengeluarkannya dengan
eksositosis. Ada kemungkinan beberapa vakuola-vakuola tidak mengumpulkan bahan
dengan endositosis tetapi mengeluarkan dengan eksositosis. Dengan kata lain
vakuola endosistik yang terbentuk pada satu permukaan sel, setelah lepas, dapat
bergerak dalam sel ke permukaan yang dan mengeluarkan isinya.
1.8
ENZIM
Enzim adalah molekul yang sebagian besar berupa
protein yang berfungsi sebagai katalis biologis. Enzim memiliki tiga
karakteristik utama. Pertama, meningkatkan laju reaksi seluler. Berkat enzim,
kebanyakan reaksi seluler berlangsung satu juta kali lebih cepat daripada tanpa
kehadiran enzim. Kedua, enzim bekerja secara khusus hanya dengan reaktan
tertentu (disebut substrat) untuk menghasilkan produk. Enzim mengikat untuk
sementara satu atau lebih reaktan untuk menurunkan jumlah energi aktivasi yang
diperlukan sehingga mempercepat reaksi. Karakteristik ketiga dan yang paling
luar biasa adalah enzim diatur dari keadaan aktivitas rendah ke aktivitas
tinggi dan sebaliknya.
Sebuah sistem hidup mengontrol aktivitasnya melalui
enzim. Ada sekitar 3.000 enzim yang secara genetik diprogram untuk memelihara
kelangsungan hidup. Jika satu enzim saja hilang atau rusak, dampaknya bisa
terjadi bencana.
PELEPASAN ENERGI DALAM SEL
2.1 ANABOLISME DAN KATABOLISME
2.2 GLIKOLISIS
2.3 FERMENTASI ASAM LAKTAT
2.4 FERMENTASI ALKOHOL
2.1 ANABOLISME DAN KATABOLISME
Anabolisme
adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks,
nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme
memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia
untuk kemosintesis.
1.
Fotosintesis
Arti
fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan
energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang
memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning,
hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu (tidak kelihatan).
Yang digunakan
dalam proses fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai
merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis.
Dalam fotosintesis,
dihasilkan karbohidrat dan oksigen, oksigen sebagai hasil sampingan dari
fotosintesis, volumenya dapat diukur, oleh sebab itu untuk mengetahui tingkat
produksi fotosintesis adalah dengan mengatur volume oksigen yang dikeluarkan
dari tubuh tumbuhan.
Untuk
membuktikan bahwa dalam fotosintesis diperlukan energi cahaya matahari, dapat
dilakukan percobaan Ingenhousz.
2. Pigmen Fotosintesis
Fotosintesis
hanya berlangsung pada sel yang memiliki pigmen fotosintetik. Di dalam daun
terdapat jaringan pagar dan jaringan bunga karang, pada keduanya mengandung
kloroplast yang mengandung klorofil / pigmen hijau yang merupakan salah satu
pigmen fotosintetik yang mampu menyerap energi cahaya matahari.
Dilihat dari
strukturnya, kloroplas terdiri atas membran ganda yang melingkupi ruangan yang
berisi cairan yang disebut stroma. Membran tersebut membentak suatu
sistem membran tilakoid yang berwujud sebagai suatu bangunan yang disebut
kantung tilakoid. Kantung-kantung tilakoid tersebut dapat berlapis-lapis dan
membentak apa yang disebut grana Klorofil terdapat pada membran tilakoid
dan pengubahan energi cahaya menjadi energi kimia berlangsung dalam tilakoid,
sedang pembentukan glukosa sebagai produk akhir fotosintetis berlangsung di stroma.
Faktor-faktor
yang berpengaruh terhadap pembentukan klorofil antara lain :
1. Gen :
bila gen untuk klorofil tidak ada maka tanaman tidak akan memiliki
klorofil.
2. Cahaya :
beberapa tanaman dalam pembentukan klorofil memerlukan cahaya,
tanaman lain tidak memerlukan cahaya.
3. Unsur N. Mg, Fe :
merupakan unsur-unsur pembentuk dan katalis dalam sintesis klorofil.
4. Air :
bila kekurangan air akan terjadi desintegrasi klorofil.
Katabolisme adalah
reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi
tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan
utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam
senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen
(aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob)
disebut fermentasi.
Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2 ——————> 6CO2 + 6H2O + 688KKal.
(glukosa)
Contoh Fermentasi : C6H1206 ——————> 2C2H5OH + 2CO2 + Energi.
(glukosa) (etanol)
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.
Contoh:
Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:
C6H,206 + 6 02 ———————————> 6 H2O + 6 CO2 + Energi
(gluLosa)
2.2 GLOKOLISIS
Peristiwa
perubahan :
Glukosa =>
Glulosa - 6 - fosfat => Fruktosa 1,6 difosfat Þ
3 fosfogliseral dehid (PGAL) / Triosa fosfat Þ Asam piravat.
Jadi hasil dari glikolisis :
1.1. 2 molekul asam piravat.
1.2. 2 molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi
tinggi.
1.3. 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.
PROSES AKSEPTOR ATP
1. Glikolisis:
Glukosa ——> 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP
2. Siklus Krebs:
2 asetil piruvat ——> 2 asetil KoA + 2 C02 2 NADH 2 ATP
2 asetil KoA ——> 4 CO2 6 NADH 2 PADH2
3. Rantai trsnspor elektron respirator:
10 NADH + 502 ——> 10 NAD+ + 10 H20 30 ATP
2 FADH2 + O2 ——> 2 PAD + 2 H20 4 ATP
Total 38 ATP
Kesimpulan :
Pembongkaran 1 mol glukosa (C6H1206) + O2 ——> 6 H20 + 6 CO2 menghasilkan energi sebanyak 38 ATP.
Fermentasi
3 fosfogliseral dehid (PGAL) / Triosa fosfat Þ Asam piravat.
Jadi hasil dari glikolisis :
1.1. 2 molekul asam piravat.
1.2. 2 molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi
tinggi.
1.3. 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.
PROSES AKSEPTOR ATP
1. Glikolisis:
Glukosa ——> 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP
2. Siklus Krebs:
2 asetil piruvat ——> 2 asetil KoA + 2 C02 2 NADH 2 ATP
2 asetil KoA ——> 4 CO2 6 NADH 2 PADH2
3. Rantai trsnspor elektron respirator:
10 NADH + 502 ——> 10 NAD+ + 10 H20 30 ATP
2 FADH2 + O2 ——> 2 PAD + 2 H20 4 ATP
Total 38 ATP
Kesimpulan :
Pembongkaran 1 mol glukosa (C6H1206) + O2 ——> 6 H20 + 6 CO2 menghasilkan energi sebanyak 38 ATP.
Fermentasi
Pada kebanyakan tumbuhan den hewan respirasi yang berlangsung adalah
respirasi aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat
pada sesuatu hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut
melangsungkan proses fermentasi yaitu proses pembebasan energi tanpa adanya
oksigen, nama lainnya adalah respirasi anaerob.
Dari hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat/asam
susu dan fermentasi alkohol.
2.3 FERMENTASI ASAM LAKTAT
Fermentasi asam laktat yaitu fermentasi dimana hasil akhirnya adalah asam laktat. Peristiwa ini dapat terjadi di otot dalam kondisi anaerob.
Reaksinya: C6H12O6 ————> 2 C2H5OCOOH + Energi
enzim
Prosesnya :
1. Glukosa ————> asam piruvat (proses Glikolisis).
enzim
C6H12O6 ————> 2 C2H3OCOOH + Energi
2. Dehidrogenasi asam piravat akan terbentuk asam laktat.
2 C2H3OCOOH + 2 NADH2 ————> 2 C2H5OCOOH + 2 NAD
piruvat
dehidrogenasa
Energi yang terbentak dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat :
8 ATP — 2 NADH2 = 8 - 2(3 ATP) = 2 ATP.
1. Glukosa ————> asam piruvat (proses Glikolisis).
enzim
C6H12O6 ————> 2 C2H3OCOOH + Energi
2. Dehidrogenasi asam piravat akan terbentuk asam laktat.
2 C2H3OCOOH + 2 NADH2 ————> 2 C2H5OCOOH + 2 NAD
piruvat
dehidrogenasa
Energi yang terbentak dari glikolisis hingga terbentuk asam laktat :
8 ATP — 2 NADH2 = 8 - 2(3 ATP) = 2 ATP.
2.4 FERMENTASI ALKOHOL
Pada beberapa mikroba peristiwa pembebasan energi terlaksana karena asam piruvat diubah menjadi asam asetat + CO2 selanjutaya asam asetat diabah menjadi alkohol.
Dalam fermentasi alkohol, satu molekul glukosa hanya dapat menghasilkan 2 molekul ATP, bandingkan dengan respirasi aerob, satu molekul glukosa mampu menghasilkan 38 molekul ATP.
Reaksinya :
1. Gula (C6H12O6) ————> asam piruvat (glikolisis)
2. Dekarbeksilasi asam piruvat.
Asampiruvat ————————————————————> asetaldehid + CO2.
piruvat dekarboksilase (CH3CHO)
3. Asetaldehid oleh alkohol dihidrogenase diubah menjadi alkohol
(etanol).
2 CH3CHO + 2 NADH2 —————————————————> 2 C2HsOH + 2 NAD.
alkohol dehidrogenase
enzim
Ringkasan reaksi :
C6H12O6 —————> 2 C2H5OH + 2 CO2 + 2 NADH2 + Energi
PEMBELAHAN SEL
3.1 KESINAMBUNGAN GENETIK SEL
3.2 MITOSIS
3.3 MEIOSIS
3.1 KESINAMBUNGAN GENETIK SEL
Salah satu paham yang paling berharga dari para biologiwan abad kesembilan
belas ialah bahwa sel di bumi ini berasal dari sel yang sudah ada lebih dahulu.
Mikro-organisme bersel satu apapun yang kita permasalahkan, benar adanya
seperti misalnya khamir (yeast) atau setiap sel jaringan (umpamanya sel darah)
suatu organisme multiseluler. Setiap sel dalam tubuh kita berasal dari sel
sampai kepada telur yang dibuahi dan dari situlah kehidupan kita dimulai. Hal
itu dihasilkan sel sperma dari bapak kita dan sel telur dari ibu kita. Pada
gilirannya sel-sel tersebut berasal dari sel-sel lain di dalam tubuh mereka,
dan seterusnya.
Masalah pokok mengenai reproduksi sel dapat dilihat
lebih jelas pada organisme uniseluler. Satu sel khamir yang ditanamkan pada
medium yang sesuai akan segera menghasilkan beribu-ribu keturunan. Dan, kecuali
suatu kebetulan yang kadang terjadi setiap sel dari keturunan ini akan bersifat
sama dalam hal struktur dan fungsinya sebagaimana yang dimiliki sel pertama.
Kesinambungan sifat-sifat ini dari satu generasi sel
kepada yang berikutnya dimanfaatkan secara baik dalam industri minuman alkohol.
Rasa bir atau “ale” bergantung kepada beberapa faktor, salah satu yang
terpenting di antaranya ialah galur (strain) khamirnya yang khusus digunakan
dalam proses fermentasi. Dalam hal yang amat khusus, beberapa ratus kilo sel
khamir dimasukkan ke dalam tong yang berisi berbagai ramuan, termasuk karbohidrat
sebagai sumber energi. Sesudah empat atau lima hari, banyaknya khamir dalam
tong itu akan berlipat tiga atau empat kali. Sebagian dari populasi ini diambil
dari campuran tersebut dengan hati-hati dan disimpan untuk dipakai memulai
pembuatan bir atau ale berikutnya. Setiap saat diamati dengan seksama agar
galur khamirnya tidak tercemar oleh mikroorganisme lain. Karena tindakan
pencegahan seperti itu maka satu galur khamir dapat dipakai selama berpuluh
tahun untuk menghasilkan ale atau bir yang istimewa. Bahkan laju pertumbuhan
yang rendah sekalipun, setelah kira-kira 20 tahun sel-sel itu digunakan masih
diperoleh 3000 generasi—namun sifat-sifat sel-sel khamir yang asli tetap tidak
berubah.
Sel khamir dalam contoh kita ini menghasilkan
keturunan secara reproduksi aseksual. Semuanya berbai warisan genetik
yang identik karena masing-masing dihasilkan oleh pembelahan terus-menerus dari
sel-sel yang mula-mula dimasukkan ke dalam tong. Setiap sel itu disebut anggota
klon yang sama.
Maka masalahnya ialah menerangkan sifat memperbanyak
diri pada sel. Sebelumnya kita ketahui cara Boveri memperagakan adanya blueprint,
kebakaan dalam nukleus. Bagian apa dalam nukleus itu yang menyimpannya? Bila
sel berbelah, bagaimana informasi yang tersimpan dalam kebakaan itu diteruskan
kepada sel anak? Seperti yang akan dipelajari selanjutnya, jawaban terhadap
pertanyaan pertama ialah kromosom.
3.2 MITOSIS
Jaringan yang mudah untuk ditelaah mitosis ialah
meristem pada titik tumbuh akar bawang. Mewarnainya dengan zar pewarna yang
sesuai akan tampak kromosom-kromosom dalam sel-sel yang membelah diri.
Sel akar bawang yang baru terbentuk terisi 16 kromosom
8 di antaranya pada mulanya disumbangkan oleh “bapak” tumbuhan bawang, yaitu
tumbuhan yang menyediakan gamet jantan. Kromosom ini sering dinamai kromosom paternal.
Sisa yang 8 lagi semula disediakan oleh “indung” bawang, yaitu bawang yang
menghasilkan telur. Inilah kromosom maternal. Untuk setiap kromosom
maternal ada kromosom paternal yang amat mirip dengan yang pertama tadi.
Kromosom-kromosom yang serupa ini merupakan pasangan homolog, setiap
anggota suatu pasangan homolog tertentu acap kali disebut homolog
anggota lainnya pasangan tersebut.
Apabila sel tidak sedang dalam proses membelah diri,
kromosom-kromosom (yang tersimpan di dalam nukleus) tidak tampak dengan bantuan
mikroskop cahaya. Terlalu lembut untuk dapat menyerap zat warna banyak-banyak
dan menyingkapkan sifat alamiahnya yang sejati. Manakala kromosom itu dalam
keadaan seperti ini, kadang-kadang secara bersama disebut kromatin. Dari
segi kimia, kromatin terdiri atas DNA dan protein dalam jumlah yang
kira-kira sama, bersamaan dengan sedikit RNA.
Pada banyak sel, termasuk bawang, satu atau lebih dari
kromosom itu mempunyai nukleolus. Ini dapat diamati dengan mikroskop
biasa. Keadaan yang amat lembut ini pada kromosom selama masa antara pembelahan
sel tidak seharusnya menggambarkan mereka itu lembam pada saat itu. Malah
sebaliknya, mereka itu aktif benar dalam sintesis RNA dan, sejenak sebelum
pembelahan sel berikutnya, juga dalam sintesis DNA. Sebenarnya, kandungan DNA
menjadi dua kali di antara pembelahan-pembelahan sel.
Berbagai kejadian yang terdapat selama mitosis dibagi
ke dalam empat fase yang berurutan: profase, metafase, anafase, dan telofase.
Masa di antara pembelahan-pembelahan disebut interfase. Penting untuk menyadari
bahwa fase-fase ini hanyalah merupakan cara yang mudah untuk memerikan mitosis.
Proses sebenarnya meliputi (dengan beberapa perkecualian) urutan kejadian yang
sinambung yang melebur sesamanya dengan mulusnya. Fotomikgraf merupakan ambilan
kilas/ “snapshot” mengenai berbagai fase tersebut. Film akan merupakan
apresiasi yang lebih baik terhadap proses ini.
Profase. Permulaan mitosis ditandai dengan beberapa
perubahan. Nukleolus mulai menghilang sedangkan kromosomnya mulai timbul.
Untaian kromosom yang semula meluas menjadi pilinan (heliks). Dengan demikian,
untaian itu lebih pendek dan lebih tebal jadinya sehingga tampak lebih nyata.
Pada waktu itu membran nuklir mulai mengembang.
Pentingnya penggandaan kandungan DNA sel tersebut
sebelum mitosis kini menjadi nyata. Masing-masing dari 16 kromosom (8 pasang
homolog) yang ada dalam sel yang semula terbentuk kini timbul kembali, berganda.
Duplikatnya saling melekat di daerah khusus pada masing-masing yang dinamai sentromer
(juga disebut kinetokor). Walau bukan istilah teknis, kromosom-kromosom yang
diduplikasi ini dapat dikatakan membentuk dublet. Kebiasaan yang praktis
ialah menamakan seluruh struktur itu kromosom dan setiap untaiannya disebut kromatid
seasal. Sayang sekali terminologi ini mengaburkan kenyataan bahwa setiap
anggota dublet itu ekuivalen dengan kromosom yang diterima selnya
ketika terbentuk oleh mitosis sebelumnya. Dalam hal ini, sel bawang dalam
profase mempunyai kromosom sejumlah 32 dan bukan 16 yang terdiri atas 8 pasang
dublet homolog.
Metafase. Metafase ditandai dengan munculnya gelendong.
Struktur ini terjadi dari sebaris mikrotubula yang meluas di antara ujung-ujung
atau “kutub” sel tersebut. sentromer setiap dublet mulai terikat pada
sekumpulan mikrotubula dan berpundah ke suatu titik di tengah-tengah antara
kutub-kutub. Ujung lepas kromosom dapat secara acak arahnya, tetapi semua
sentromer terletak persis dalam suatu bidang di “ekuator”.
Anafase. Anafase dimulai ketika kromosom yang terduplikasi
dari setiap dublet saling berpisahan. Kini bergerak memisah, masih pada
gelendong, dan bergerak ke kutub berlawanan, sambil menghela ujung-ujungnya
yang lepas di belakangnya. Metafor tampaknya jitu karena ujung-ujung yang bebas
kromosom tersebut kini membalik ke arah ekuator seolah-olah adanya geseran
dengan sitoplasma di sekitarnya menghalangi geraknya menuju kutub.
Telofase. Telofase kira-kira merupakan kebalikan dari profase.
Begitu sampai ke kutub maka kromosom mulai membuka gulungannya. Nukleus timbul
kembali. Membran nuklir mulai membentuk sekitar kromosom. Akhirnya, struktur
yang disebut lempengan sel muncul di ekuator. Dinding sel di setiap sel
sisi lempengan sel disekresi dan dengan demikian selesailah pembelahan sel.
Interfase. Para ahli sitologi merasa mudah untuk membedakan
tiga periode selama interfase. Begitu mitosis itu lengkap, maka sel mulai
periode tumbuh (disebut G1). Hal ini diikuti dengan periode (S)
sintesis DNA dan selama itu kromosom terduplikasi. Kemudian periode tumbuh
kedua (G2) terjadi sebelum mitosis berikutnya (M).
Keempat periode ini dalam kehidupan sel berbelah merupakan “siklus sel”.
Mitosis, seperti yang dikemukakan di atas tadi,
ditemukan di antara tumbuhan secara universal. Juga sel hewan berbelah dengan
mitosis. Fase-fasenya sama dengan yang kita jumpai pada tumbuhan, dan perilaku
kromosomnya sama saja. Akan tetapi, ada dua perbedaan mencolok yang dapat
diamati. Satu di antaranya ialah timbulnya aster. Sel-sel hewan
mengandung sentriol, dan pada profase sentriol ini berpindah ke sisi berlawanan
pada nukleusnya. Di sini dapat membantu mengatur pembentukan gelendong. Sekitar
setiap sentriol juga berkembang suatu sistem serat yang memancar, yaitu aster.
Fungsinya belum diketahui. Perbedaan kedua ialah tidak adanya lempengan sel
yang terbentuk pada mitosis sel hewan. Sebaliknya, pada telofase, muncul suatu
alur pada membran sel, yang terbentuk di ekuator. Alur ini makin dalam, dan
kedua sel anak jadi terpisah. Proses ini bergantung pada adanya lingkaran
mikrofilamen yang meluas di sekitar sel dan muncul untuk memberi kakas
kontraktil. Lempengan sel pada tumbuhan mungkin merupakan akibat dinding sel
yang kaku yang mencegah terjadinya penyaluran.
Berapa lama mitosis itu? Seluruh urutan fasenya dapat
terselesaikan dalam waktu sembilan menit sampai berjam-jam. Lamanya waktu yang
tepat sangat beragam dengan tipe sel, spesies, dan suhu.
Apa pentingnya mitosis itu? Kegiatan yang paling
penting pada mitosis ialah perilaku rapi kromosom-kromosomnya. Sebenarnya, segi
ini demikian pentingnya dalam proses tersebut sehingga masih digunakan istilah
mitosis bahkan ketika kegiatan kromosom itu terjadi tanpa sitokinesis,
artinya, tanpa pembelahan sel yang sebenarnya. Pembelahan nuklir tanpa
sitokinesis berlangsung dalam keadaan tertentu pada berbagai organisme seperti
misalnya pada pembentukan zoopora oleh Chlamydomonas.
Kita tahu bahwa nukleus mengandung informasi yang
mengendalikan perkembangan dan aktivitas sel. Bukti adanya mitosis menyatakan
bahwa kromosom berperan penting dalam hal ini. Dari sini dapat dianggap bahwa
mitosis merupakan alat untuk duplikasi teratur (dalam fase S) dan
pemisahan (pada anafase) kromosom dan dengan demikian dalam hal informasi
kebakaan. Setiap sel anak mendapat seperangkat lengkap kromosom yang identik
dengan yang terdapat pada sel induknya. Jadi mitosis memberikan cara untuk
memindahkan informasi ini tanpa mengalami perubahan pengurangan dari sel induk
kepada sel anak.
Bagaimana mitosis dimanfaatkan oleh makhluk hidup?
Semua macam reproduksi aseksual dilakukan oleh mitosis. Selain itu,
pertumbuhan, regenerasi, dan penggantian sel pada mikroorganisme multiseluler
dilaksanakan semuanya oleh mitosis sel-sel yang bersangkutan.
3.3 MEIOSIS
Meiosis menyebabkan variabilitas genetik, yang
merupakan tonggak reproduksi seksual, dalam 3 cara :
1.
Dengan merudiksi jumlah kromosomnya menjadi
setengahnya yang memungkinkan pembuahan dan dengan demikian kombinasi gen-gen
yang diturunkan dari dua tetua.
2.
Dengan pilihan acak kromosom-kromosom homolog maternal
dan paternal selama meiosis I
3.
Dengan rekombinasi berbalas segmen-segmen dari
kromosom homolog maternal dan kromosom paternal selama alih silang.
Daftar
Pustaka
Sumber:
John W. Kimball. (1992). Biologi Jilid 1
https://biologigonz.blogspot.co.id/2010/02/transport-aktif.htmlhttps://www.bing.com/search?q=anabolisme+dan+katabolisme&qs=AS&pq=anabolisme&sk=HS1AS1&sc=5-10&cvid=D167B5C495B149BBA391944EBA2FA286&FORM=QBRE&sp=3
Mantap😊
BalasHapus