ETIKA DALAM MENGGUNAKAN INTERNET
Hallo
semua!
Sudah
baca artikel saya sebelumnya mengenai interaksi manusia dengan internet? Nah,
kali ini saya akan membahas tentang kasus disekitar kita mengenai etika dalam
menggunakan internet. Kita semua tahu bahwa dengan adanya internet sebagai
media yang memberikan kemudahan untuk berinteraksi dengan siapa pun dan
dimanapun. Sama dengan dunia nyata, di dunia maya juga ada aturan tersendiri,
jadi kita tidak bisa seenaknya bertindak bebas didunia maya. Karena tanpa
aturan atau etika dalam berinteraksi didunia maya, bisa sangat merugikan,
membahayakan dan bahkan melukai seseorang.
Etika
dalam berinternet atau biasa disebut dengan Netiket, berasal dari kat
Nettiquette singkatan dari “Network
Etiquette”. Dimana netiket adalah etika berinteraksi atau berkomunikasi
dalam dunia maya.
Berikut
adalah etika dalam penggunaan internet secara umum yang perlu diketahui :
- Huruf kapital
Penulisan
kapital bisa diartikan salah, seperti sedang berteriak atau sedang emosi.
- Harus sopan
Saat
berkomentar di sebuah blog atau artikel dan postingan sosial media seseorang
sebaikanya meggunakan Bahasa yang sopan.
- Dilarang spam
Saat
berkomentar yang berlebihan dan banyak juga akan sangat mengganggu orang lain,
maka dari itu hindari untuk menyepam.
- Hati-hati berita hoax
Berita
yang ada didunia maya tidak selalu 100% benar, ada banyak sekali berita-berita
palsu yang tersebar di dunia maya, jadi cari tahu terlebih dahulu berita yang
anda terima dan jangan di terima mentah-mentah informasi yang didapat.
- Jangan tebar isu berbau SARA
Banyak
sekali orang-orang yan menebar isu tentang Suku, agama, ras dan antar-golongan
untuk memecah-belahkan persatuan dan kesatuan.
- Jangan menipu
Menipu
tidak hanya terjadi di dunia nyata, banyak sekali penipuan yang terjadi di
dunia maya dan itu adalah pelanggaran besar etika dalam menggunakan internet.
Setelah
sedikit mengetahui tentang etika secara umu yang telah dijelaskan diatas, maka
kita lanjut ke kasus etika dalam berinternet. Contoh kasus yang akan saya bahas
kali ini merupakan kasus atau pelanggaran yang sangat amat sering terjadi
sampai sekarang ini, yaitu penyebaran berita hoax.
Berita hoax berisi informasi palsu yang bertujuan untuk
mendiskreditkan pihak tertentu. Nah, tahun 2019 ini merupakan tahun
politik di Indonesia, karena pemilihan presidan baru untuk Indonesia dilakukan
di tahun ini. Saat menjelang pemilihan presiden dan juga caleg-caleg didaerah
diseluruh Indonesia banyak sekali pendukung-pendukung antara dua kubu yang
berbeda-beda, seperti pendukung A dan pendukung B saling berlomba-lomba untuk
menjatuhkan pilihan yang berbeda dengan mereka. Yaitu dengan cara menyebarkan
berita palsu atau hoax untuk memberi kesan buruk pada orang yang tidak
dipilihnya. Padahal hal itu merupakan suatu tindakan yang tercela, karena sudah
berbohong, menipu orang lain serta mencemarkan nama baik seseorang.
Dan lebih parahnya lag, orang-orang Indonesia yang kebanyakan
malas membaca dan malas mencari tahu ;langsung menerima berita tersebut tanpa
mengetahui kebenarannya, dan hasilnya membuat orang-orang saling mengejek dan
berkelahi satu sama lain, dan pada akhirnya menjadi kerugian buat semuanya
karena berita palsu tersebut.
Jadi, alangkah baiknya dalam membaca dan mendengar suatu
berita, jangan dulu langsung berasumsi bahwa berita tersebut benar. Cari tahu
terlebih dahulu kebenarannya, lalu hentikan penyebaran berita hoax apabila anda
sudah mengetahuinya. Jangan biarkan berita hoax memecah belahkan kita.

Komentar
Posting Komentar